IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PROMOSI DALAM BISNIS RITEL SISWA KELAS XI BISNIS DARING DAN PEMASARAN ( BDP ) SMK NEGERI 1 MARABAHAN
Keywords:
Discovery learning, Promosi Bisnis RitelAbstract
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) menjawab permasalahan. Pertama bagaimana penerapan model pembelajaran Discovery Learning untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar Promosi Dalam Bisnis Ritel Siswa Kelas XI Bisnis Daring Dan Pemasaran ( BDP ) SMK Negeri I Marabahan Tahun Pelajaran 2019/2020. Kedua, apakah penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar Promosi Dalam Bisnis Ritel Siswa Kelas XI Bisnis Daring Dan Pemasaran ( BDP ) SMK Negeri I Marabahan Tahun Pelajaran 2019/2020. Ketiga, apakah penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar Promosi Dalam Bisnis Ritel Siswa Kelas XI Bisnis Daring Dan Pemasaran ( BDP ) SMK Negeri I Marabahan Tahun Pelajaran 2019/2020.
Model pembelajaran discovery learning adalah cara yang digunakan siswa untuk memahami konsep serta hubungannya melalui proses intutif dengan melakukan observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan serta inferi sehingga akan sampai dalam kesimpulan. guru bertugas membimbing dan mengarahkan siswa untuk belajar dan berpikir secara kreatif. Caranya guru hanya menyampaikan materi secara garis besar dan selanjutnya siswa ditntut mencari informasi sebanyak mungkin, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan dan membuat kesimpulan, tujuan agar siswa dapat dengan baik memahami materi yang dipelajari dengan cara menterjemahkan ke dalam bahasa ynag lebih mudah dimengerti mereka.
Hasil penelitian ini menunjukan, terjadi peningkatan aktifitas pembelajaran bila di bandingkan antara Siklus 2 dengan siklus 1. Peningkatan terjadi di siklus 2 untuk hasil tes teori dan praktik. Untuk rata-rata tes teori Siklus 1 sebesar 76,63, sedangkan pada siklus 2 sebesar 84,24, berarti ada peningkatan sebesar 7,61. Sedangkan untuk rata-rata tes praktek sebesar 77,54 untuk Siklus 1, sedangkan untuk Siklus 2 naik menjadi 83,7, ini berarti ada peningkatan sebesar 6,16. Begitu juga dengan ketuntaan klasikal pada penelitian ini, pada Siklus 1 tercatat sebesar 77,17%, sedangkan pada Siklus 2 tercatat sebesar 83,91%. Hal ini berarti terjadi peningkatan sebesar 6,74
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 JUrnal pembeLAjaran & pendidiK (JULAK)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




