KAJIAN KESASTRAAN DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA
Keywords:
Kajian Kesasteraan, pendekatan semiotikaAbstract
Kajian kesastraan meliputi karya sastra lama dan sastra baru. Karya sastra lama di dalamnya termasuk legenda. Legenda adalah bagian dari sastra lisan klasik karena menceritakan peristiwa masa lampau. Masyarakat mempercayai legenda benar-benar pernah ada atau pernah terjadi. Legenda yang ada sekarang adalah legenda yang sudah berbentuk teks sehingga dapat dibaca setiap orang yang hidup di masa sekarang.
Teks legenda yang dijadikan objek kajian dalam tulisan ini adalah teks legenda “Asal Mula Gunung Batu Banawa” ditulis oleh Syamsiar Seman, ‘Si Malin Kundang” ditulis oleh Nenni Hamdanputera, dan “Sangkuriang” ditulis oleh Harnaeni Hamdan Hs. Untuk mengkaji ketiga teks legenda ini digunakan pendekatan semiotika, metode semantik, dan teknik segmental.
Berdasarkan hasil kajian ketiga legenda itu, disimpulkan bahwa ketiga teks legenda terdapat lambang-lambang budaya yang melambangkan suatu pelanggaran terhadap norma yang berlaku di masyarakat sehingga menimbulkan malapetaka. Lambang-lambang budaya pada ketiga teks legenda tersebut juga melambangkan pentingnya menuntut ilmu, bekerja keras, dan berdoa. Demikian banyak lambang budaya yang dikandung legenda ini sehingga wajar jika legenda mempunyai peranan dan masih dihargai sebagai legenda.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 JUrnal pembeLAjaran dan pendidiK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




