PENERAPAN MODEL TWO STAY TWO STRAY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI LUAS DAN VOLUME TABUNG PADA SISWA KELAS IX C MTSN 6 HULU SUNGAI SELATAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Authors

  • Noorsyamsiah Guru MTs Negeri 6 Hulu Sungai Selatan

Keywords:

Two Stay Two Stray, Luas dan Volume Tabung

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pertama, mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika Materi Luas dan Volume Tabung‎ melalui penerapan model cooperative learning tipe two stay two stray siswa kelas IX C MTsN 6 Hulu Sungai Selatan‎ Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022‎. Dan  yang kedua adalah apakah ada peningkatan hasil belajar matematika Materi Luas dan Volume Tabung‎ melalui penerapan model cooperative learning tipe two stay two stray siswa kelas IX C MTsN 6 Hulu Sungai Selatan‎ Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022‎.

Model cooperative learning tipe two stay two stray mengajak siswa untuk bergotong royong dalam menemukan suatu konsep. Ketika siswa menjelaskan materi yang dibahas oleh kelompoknya, maka tentu siswa yang berkunjung tersebut melakukan kegiatan menyimak atas apa yang di jelaskan oleh temannya. materi kepada teman lain. Demikian juga ketika siswa kembali ke kelompoknya untuk menjelaskan materi apa yang di dapat dari kelompok yang dikunjungi. 

Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Prosedur penelitian dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur, yang terdiri dari 4 tahap, yaitu : merencanakan,  pelaksanaan tindakan,  pengamatan, dan  refleksi. Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah seluruh siswa kelas IX C dengan jumlah siswa sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil observasi aktivitas siswa dari siklus I terjadi peningkatan pada siklus II. Secara individual juga terlihat adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II pada siklus I mayoritas aktivitas individu dikategorikan cukup aktif, sedangkan pada siklus II mayoritas aktivitas individu dikategorikan aktif. Sedangkan dalam hasil belajar siswa, Secara klasikal ketuntasan belajar siswa dari siklus I dengan siklus II mengalami peningkatan.pada akhir siklus I sampai akhir siklus II dan mencapai indikator 85%.

Downloads

Published

15-05-2023

Issue

Section

Articles